PROMO

Latest Post

Ulasan Singkat Kabel LAN Cat. 5e "Supreme" Produksi Lokal

Written By haden dwi on Wednesday, 29 April 2015 | 22:13

Kali pertama kami menggunakan kabel lan category 5e UTP merk 'Supreme', sebenarnya sebagai pilihan alternatif kabel cat. 5e bermerk yang sudah umum digunakan, seperti Belden , AMP, LS Cable dan yang lain. Hanya karena kebutuhan waktu itu yang perlu stok simpanan kabel lan UTP yang tidak terlalu panjang untuk pelanggan, di mana merk lain kebanyakan menjual produk satu rol untuk 305 m atau 1000 kaki, sedang produk kabel Supreme menawarkan untuk rol lebih pendek yaitu 100 m, yang akhirnya kami coba beli untuk kebutuhan di sini.

Hasil pemakaian di beberapa klien kami cukup baik sampai saat ini, baik untuk sekedar menyambung data lan maupun untuk kebutuhan untuk poe di Acces Point (AP) maupun IP camera. Bahkan hasil tes terakhir kami untuk menyalurkan listrik AP dengan POE sanggup untuk 100 m dengan adaptor listrik 24 V, 380 mA! Sedangkan jika menggunakan adaptor 9 V, 1 A bisa untuk 85 m, inipun karena kabel rol 100 m sudah kami potong 15 meter untuk kebutuhan di pelanggan, jadi stok waktu itu hanya ada satu boks.

Power dan data bisa tersambung dengan panjang kabel 100 m
Tentu menggembirakan bagi kami mendapat produk bagus dengan harga relatif terjangkau degan pilihan isi rol boks yang ekonomis. Merk Supreme ini tidak kalah dengan produk-produk ternama yang sudah mengakar di masyarakat untuk urusan kabel jaringan.

Yang juga sedikit mengejutkan bagi kami adalah  kabel lan ini ternyata sudah diproduksi lokal. Walaupun begitu tetap memiliki kwalitas yang baik dan mampu bersaing dengan produk lainnya di pasaran.

Setelah kami telusuri informasi tentang kabel ini lebih lanjut - dengan search engine tentunya - kabel Supreme ini diproduksi oleh suatu perusahaan gabungan dari beberapa perusahaan lokal dengan perusahaan Jepang. Dan dari informasi situs resminya inilah, kami berpikir bahwa penerapan teknologi Jepang tersebut turut membantu proses produksi sehingga hasilnya dapat diandalkan.

Label Supreme Cable di boks rol
Akhirnya kami memutuskan ikut bagian untuk mempromosikan kabel Supreme ini ke masyarakat, khususnya digunakan untuk kebutuhan data jaringan lewat penjualan secara eceran dalam bentuk perboks rol 100 m maupun hitungan per meter.

Bagi yang berminat untuk mulai menggunakan kabel ini, khususnya yang berada di kota Bekasi bisa menghubungi kami.

Lampu LED Light Plus 'Made In Bekasi' Menggebrak Pasaran

Written By haden dwi on Tuesday, 28 April 2015 | 20:23

Untuk tulisan kami ini, akan sedikit mengulas tentang satu produk lampu LED bermerk LIGHT+ (baca: lightplus). Menurut informasi yang kami peroleh produk ini menggunakan teknologi dari Taiwan - ada yang menyebut lisensinya, dan sebagainya - intinya ada komponen-komponen yang diimpor dari sana, sedangkan semua perakitan dan produksi akhir ada di Indonesia tepatnya diproduksi di pabrik yang terletak di wilayah Bekasi. Jadi bolehlah kita sebut produk lampu LED ini "Made In Bekasi" hehe...

kami coba membandingkan apa sih perbedaan atau fitur-fitur unggulan apa yang dimiliki lampu LED light+ untuk bersaing dengan merk-merk terkenal yang sudah merajai pasaran di tanah air, maupun merk-merk made in Tiongkok yang membanjiri pasaran di sini ini juga karena harganya yang murah meriah bak membeli kacang rebus.

Setelah menguji coba sederhana dan kemudian membandingkan hasil yang kami lihat dengan beberapa produk lain di pasaran, bisa kami kumpulkan sedikit penilaian tentang beberapa nilai plus produk lampu LED Light+ dibanding para pesaingnya yang merk terkenal maupun produk impor dari Tiongkok yang lain.

Memiliki Besar Lumen Yang Lebih Tinggi
Dari beberapa produk Light+ yang kami peroleh, dan dites dengan membandingkan beberapa produk lain - baik merk terkenal maupun merk 'murah meriah' - yang ada di pasaran lokal, ternyata memang kecerahan cahaya yang dihasilkan - atau disebut lumen - lampu LED Light+ terlihat sedikit lebih terang dalam besar watt yang sama dikelasnya, misal untuk jenis lampu bohlam LED 3 W AC.

Bisa Bekerja Di Tegangan 110 V  Dan 220 V AC
Produk lampu LED Light+ untuk jenis tegangan AC, memiliki jangkauan tegangan masuk antara 75 V - 285 V, sebagian produk lagi antara 60 V - 285 V. Hasil tes menggunakan stabilizer servo dengan tegangan keluaran 110 V dan 220 V menunjukkan bahwa baik dengan tegangan 110 V maupun 220 V terang lampu yang dipancarkan tidak mengalami perubahan, ini berarti lampu LED Light+ dapat menyala, dengan terang cahaya yang stabil walaupun sumber listrik seperti dari PLN mengalami penurunan tegangan alias tidak stabil.

Sedangkan produk pesaing lain di kelas yang sama, untuk jangkauan tegangan input sekitar 150 V - 265 V, merk lain yang murah meriah malah hanya bisa berkisar di atas 200 V. Karakteristik yang dimiliki lampu Light+ ini menjadikan produk ini cocok dengan kondisi di negeri kita, yang mana kondisi jaringan listrik di sebagian wilayahnya masih sering byar.. preet atau tidak stabil.

Dengan tegangan input AC 110 V dan 220 V, nyala lampu tetap sama terang (klik perbesar)

Waktu Hidup Lebih lama Hingga 50.000 Jam Kerja
Keunggulan lain yang dimiliki produk Light+ adalah memiliki waktu hidup lebih lama dibanding kebanyakan produk lain yang kami cek di pasaran. Kebanyakan produk lampu LED lain ditemukan informasi waktu hidup lampu LED umumnya 15.000 jam kerja, yang lain ada yang hingga 30.000 jam. Tapi produk lampu LED Light+ diklaim sanggup hingga 50.000 jam kerja! Kalau klaim ini benar maka produk ini mampu bertahan hingga lebih dari 10 tahun jika rata-rata penggunaan lampu sehari-hari sekitar 12 jam kerja. Ini tentu saja membuat produk lampu LED Light+ lebih awet dibanding para pesaingnya. Tentu klaim tersebut akan dibuktikan sejalan dengan waktu, apakah terbukti sanggup bertahan selama itu?

Info Spesifikasi: Bohlam LED Bekerja baik di tegangan listrik yang berbeda
Harga Yang Bersaing
Walaupun dengan berbagai keunggulan yang dimiliki produk Light+, namun produk ini tetap menawarkan harga yang cukup bersaing dan terjangkau untuk konsumen. Harga pasaran produk lampu LED Light+ masih setara dengan produk-produk merk terkenal yang sudah cukup diketahui masyarakat luas di tanah air.

Dari hasil ulasan singkat di atas tentang produk lampu LED Light+ ini, kami berani katakan bahwa produk Light+ ini adalah salah satu produk terbaik untuk lampu LED di kelasnya untuk pasar lokal. "Lebih hemat! Lebih terang! Lebih stabil! Lebih awet!" Bisa menjadi sebuah slogan untuk produk ini, yang mampu menggebrak pasaran.

Informasi produk salah satu merk lampu LED di pasaran
Produk terbaru Light+ yang mana, belum keluar dari merk terkenal para pesaing adalah jenis lampu Combo LED bohlam 5 watt dan tabung T8 14 watt yang berfungsi ganda untuk penggunaan lampu normal dan lampu darurat saat sumber listrik seperti PLN padam, tanpa perlu mengisi ulang baterai lampu secara manual, dan untuk model bohlam 5 watt juga bisa dinyalakan dengan tangan saja. Ulasan lebih detail produk ini bisa baca di tulisan Lampu LED Combo, lampu bohlam serbaguna.

Pada akhirnya kami memberanikan diri ikut terjun sebagai penjual produk lampu LED Light+ ini, untuk penggunaan sendiri dan untuk masyarakat pada umumnya, untuk kebutuhan di pemukiman rumah biasa maupun untuk kebutuhan gedung-gedung komersial dan lainnya. Jadi, bagi warga Bekasi mesti punya nih...


Untuk melihat macam-macam produk lampu LED Light+ yang kami jual Anda bisa mengunjungi situs berikut:

lampuledsmart.wordpress.com

Lampu LED Combo, lampu bohlam LED Serbaguna

Written By haden dwi on Tuesday, 21 April 2015 | 09:36

Kini telah hadir lampu LED serbaguna, selain berfungsi sebagai lampu penerang biasa di dalam rumah - yang mana sudah dikenal hemat energi listrik dan ramah lingkungan - lampu LED ini juga otomatis berfungsi sebagai lampu darurat untuk penerangan sewaktu terjadi pemadaman listrik PLN. Benar, lampu LED Combo ini mampu berfungsi bukan hanya sekedar pengganti lilin, tapi lampu bohlam di dalam rumah tetap bisa menyala selama berjam-jam.

Lampu LED Combo serbaguna memang dilengkapi dengan sistem penyimpan daya cadangan seperti baterai di dalam lampu bohlam tersebut. jadi sistem daya cadangannya bekerja seperti sistem UPS pada saat sumber listrik PLN padam, dengan catatan posisi saklar lampu dalam posisi aktif (On). Sumber daya cadangan akan diisi pada saat sumber listrik utama normal, direkomendasikan lampu LED Combo ini dinyalakan 1-2 hari agar baterai penyimpan daya cadangan bisa penuh.

Fitur-Fitur Yang Dimiliki Lampu LED Combo

Model Lampu Bohlam Combo 5 W
Berikut ini adalah beberapa fitur-fitur kelebihan yang dimiliki lampu LED Combo serbaguna:
  • Dapat otomatis mendeteksi apakah sumber listrik padam atau saklar lampu di off, ketika sumber listrik yang padam maka lampu Combo akan menyala.
  • Lampu menyala otomatis sekitar 1 detik setelah sumber listrik padam.
  • Saklar lampu biasa dapat digunakan tanpa menambah sirkuit elektronik tambahan.
  • Penggunaan daya cadangan hingga 10 jam selama sumber listrik padam.
  • Pengisian ulang baterai secara otomatis saat sumber listrik menyala dan lampu Combo dinyalakan.
  • Waktu kerja (lifetime) baterai sekitar 500 kali isi ulang dan pemakaian.
Sedangkan untuk lampu LED Combo jenis bohlam 5 watt karena informasi besar lumen tidak terdapat pada bungkus lampu, kami coba membandingkannya kecerahan cahaya lampu LED Combo 5 watt secara sederhana dengan cara dibandingkan dengan cahaya lampu LED dan CFL neon yang ada di pasaran untuk memperkirakan besarnya lumen. Hasilnya adalah diperkirakan untuk lampu LED Combo model Bohlam 5 watt memiliki besar lumen sekitar 400-450lm. Jika dibandingkan dengan lampu CFL maka memiliki tingkat kecerahan cahaya yang sama dengan lampu bohlam CFL 10-11 watt.

Di mana Lampu Combo Serbaguna Digunakan?

Lampu LED Combo juga cocok digunakan untuk lampu meja
Lampu LED Combo serbaguna ini dapat digunakan di rumah Anda bergantung dari kebutuhan, tapi menurut hemat kami lampu LED Combo bohlam 5 watt ini cocok dipasang di kamar tidur, dapur, kamar mandi, teras, halaman, di meja belajar, dan untuk lampu baca.

Tapi tidak menutup kemungkinan lampu LED Combo dipakai di semua ruangan, karena selain jenis bohlam 5 watt, ada satu model lagi jenis lampu tabung T8 14 watt yang lebih terang yang tentunya bisa dipasang untuk ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, ruang makan, toko retail, etalase dan lainnya.

Lampu LED Combo Serbaguna Model Tabung T8 14 W

Alternatif Pengganti Lilin Dan Lampu Senter

Selain dipasang di dalam ruangan yang telah di sebutkan pada paragraf sebelumnya, ternyata lampu bohlam LED Combo tidak mesti selalu terpasang dalam fitting lampu untuk menyala lho. Ya, lampu bohlam LED Combo serbaguna ini bahkan bisa menyala dalam genggaman tangan Anda sendiri! Sungguh menarik bukan? Dengan adanya kelebihan ini, ketika sumber listrik PLN padam, bahkan anda tidak perlu menggunakan lilin atau lampu senter untuk dibawa kemana-mana, cukup sediakan lampu bohlam LED Combo sebagai penerang yang bisa portabel.

Lampu LED Combo bohlam bisa menyala menggunakan tangan saja
Anda tertarik untuk mulai mencoba? Berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk sebuah lampu LED Combo serbaguna model bohlam 5 watt dan model tabung 14 watt ini di pasaran? Untuk mendapat lampu LED Combo ini Anda masih cukup membayar di bawah 100 ribu rupiah untuk bohlam 5 watt dan di bawah 200 ribu rupiah untuk model tabung 14 watt. Relatif cukup terjangkau dengan berbagai fitur unggulan yang dimilikinya tentu sepadan, seperti pepatah "Ada harga, ada rupa".

Jadi jika dikumpulkan beberapa fitur LED Combo di atas ditambah dengan beberapa kelebihan yang dimiliki lampu LED di banding lampu pijar dan CFl neon yang pernah dibahas di Kelebihan Lampu Bohlam LED maka didapat Lampu LED Combo memiliki kelebihan:
  • Hemat daya listrik
  • Lebih awet bisa bertahan hingga di atas 20000 jam
  • Hemat pengeluaran biaya beban listrik dan penggantian lampu
  • Lampu menyala instan, tanpa ada waktu pemanasan (warm up)
  • Tidak mudah rusak atau pecah karena tanpa tabung kaca
  • Suhu lampu disentuh tidak panas
  • Lebih aman bagi lingkungan karena tanpa merkuri seperti lampu CFL neon
  • Lampu ramah lingkungan (green light) karena hemat energi
  • Lampu LED serbaguna untuk pemakaian normal dan darurat
  • Otomatis mendeteksi apakah sumber listrik padam
  • Lampu menyala 1 detik setelah sumber listrik padam
  • Tanpa menambah sirkuit elektronik di saklar lampu
  • Bisa bertahan menyala hingga 6 - 10 jam saat sumber listrik padam
  • Pengisian otomatis baterai cadangan dalam lampu LED Combo
  • Waktu kerja baterai (lifetime) 500 kali isi ulang dan pemakaian
  • Bisa dinyalakan dengan tangan sebagai lampu portabel pengganti lampu senter

Jika Anda tertarik untuk membeli lampu LED Combo serbaguna, bisa hubungi kami. Terimakasih.

Tips Memilih Lampu Bohlam LED

Written By haden dwi on Saturday, 18 April 2015 | 08:23

Di Artikel Kelebihan Menggunakan Lampu LED, telah dibahas beberapa keuntungan jika Anda menggunakan Lampu LED dibanding lampu konvesional pijar maupun CFL neon. Kali ini kami akan membantu memberikan tips bagaimana memilih lampu LED di pasaran yang sesuai kebutuhan Anda.


Mengetahui nilai lumen

Berpikir tentang lumen sebgaai sebuah cara "baru" untuk mengetahui seberapa terang sebuah lampu. Lumen = Cahaya Dihasilkan.

Dalam pengertian sederhana, Lumen (disimbolkan dengan lm) adalah pengukuran nilai total dari cahaya yang terlihat (bagi mata manusia) dari sebuah lampu atau sumber cahaya. Semakin tinggi angka lumen semakin “terang” lampu akan terlihat.

Lebih Terang, sedikit energi (Watt) dengan LED

Dengan energi yang rendah pada lampu LED, dapat menghasilkan cahaya ouput lebih banyak dari daya listrik yang dikonsumsi. Sebagai contoh, sebuah lampu LED 6.5W akan menghasilkan cahaya seterang yang dihasilkan oleh sebuah lampu halogen 50W! Ketika menggunakan lampu LED lebih banyak energi yang dirubah menjadi cahaya dibanding ke panas. Dari hasil tersebut, menggunakan watt sebagai parameter kecerahan cahaya adalah tidak relevan lagi.

Gambar: integral-led.com

Berapa besar lumen yang Anda butuhkan?

Pertanyaan ini tidak ada jawaban baku – hal ini akan bergantung dari sejumlah faktor seperti; ukuran ruang dan bentuk, tinggi langit-langit, skema warna, jenis lampu dan fitting, area kerja dan kebutuhan pengguna.

Sebagai panduan dasar; di bawah ini adalah contoh besar lumen yang dibutuhkan per meter persegi untuk penggunaan dalam ruangan yang berbeda. Contoh ini diambil berdasarkan pengalaman kami untuk rumah dengan bangunan tipe 36.
  • Kamar mandi : 150 - 250 lumen
  • Dapur : 250 - 400 lumen
  • Ruang tamu : 500 - 800 lumen
  • Ruang makan : 400 -700 lumen
  • Kamar tidur : 400 - 600 lumen
  • Teras dan halaman : 200 - 400 lumen

Cahaya Putih (Cool White) atau Kuning (Warm White)?

Temperatur Warna atau lengkapnya - Correlated Colour Temperature (CCT) – dalam pencahayaan adalah menggambarkan bagaimana warna cahaya yang terlihat dari sebuah lampu, yang dihitung dengan satuan kelvin (K).

Bayangkan suatu skala dari nilai 1.000K (sangat merah) ke nilai 10.000K (sangat biru) (skala sebenarnya sangat lebar). Semakin tinggi skala yang didapat, akan semakin mendekati cahaya yang menyerupai cahaya biru langit di siang hari.

Namun sesungguhnya, temperatur warna tidak menunjukkan temperatur asli dari sebuah lampu itu sendiri namun warna yang dihasilkan melainkan sebaliknya; semakin tinggi temperatur warna akan terlihat semakin “putih” pada sebuah lampu.
Gambar: integral-led.com
Jadi, pilih cahaya putih atau kuning? Tidak ada aturan di sini - pilihan bergantung dari karakter dan kegunaan pribadi. Jika Anda suka warna tradisional lampu pijar yang kekuningan maka pilih lampu jenis warm white (2700 - 3500K) akan menjadi pilihan ideal. Jika Anda suka yang modern, terlihat cerah, Anda bisa pilih lampu yang lebih cerah berwarna putih (4000 - 6500K).

Berikut adalah contoh yang umum penggunaan warna lampu untuk area yang berbeda:
  • Warm atau Warm White : Ruang keluarga, kamar tidur, teras, halaman.
  • Cool White : Dapur, kamar mandi, ruang belajar, ruang tamu, kantor.
  • Daylight : Gedung komersial, toko retail, studio.

Jangka Waktu Hidup (Lifetime)

Selain beberapa faktor di atas yang jadi pertimbangan Anda memilih lampu LED, tidak kalah penting adalah berapa lama lifetime produk lampu LED bisa bertahan (keawetan). Dan biasanya lamanya waktu hidup sebuah produk lampu diikuti juga dengan lamanya garansi yang diberikan produsen atau toko retail. Contoh untuk lampu LED yang memiliki waktu hidup hingga 15.000 jam biasanya paling lama mendapat garansi hanya 1 tahun, sedangkan produk lampu LED yang sanggup bekerja di atas 20.000 jam produsen berani memberi garansi hingga 2 tahun. Walaupun angka-angka tersebut tidak menjadi patokan baku di pasaran karena bergantung dari masing-masing produsen.

Harga

Yang terakhir walaupun bukan yang terpenting tapi juga sering menjadi pertimbangan konsumen adalah harga lampu LED yang secara umum relatif lebih mahal daripada lampu pijar maupun CFL. Namun jika Anda telah mengetahui kelebihan lampu LED dibanding lampu konvensional di artikel sebelumnya, maka sebenarnya Anda telah berhemat pengeluaran untuk beban listrik dan penggantian lampu untuk beberapa tahun ke depan!

Harga lampu LED biasanya berbanding lurus dengan besar lumen, daya watt, lifetime dan merk (biasanya juga garansi). Jadi umumnya semakin besar nilai lumen, watt, lifetime, termasuk lama garansi; akan semakin mahal harga sebuah lampu LED, apalagi jika produksi merk terkenal karena identik dengan jaminan mutu (walau tidak selalu). 

Penutup

Sebenarnya masih ada model lampu LED lain seperti model dimmable yang mana daya dan kecerahan cahaya pada lampu bisa diatur dengan sirkuit dimmer. Adalagi lampu LED DC dengan power supply terpisah. Namun pada umumnya adalah lampu LED AC non-dimmable (hanya on-off, tidak bisa diatur) yang digunakan untuk penggunaan di rumah-rumah biasa. Jadi di artikel ini tidak membahas lampu LED jenis dimmable dan DC.

Tentu jika dimasukkan lagi model lampu LED yang lain seperti model dimmable (dapat diatur) dan arus DC, maka harga  akan cenderung lebih mahal dari lampu LED umumnya yang dipakai di rumah-rumah.

Berikut ini adalah contoh label di bungkus lampu LED yang mencakup informasi yang cukup lengkap dari sebuah produk lampu LED.
Klik untuk perbesar

Akhirnya diharapkan, dengan penjelasan beberapa faktor di artikel ini, Anda bisa mendapat bahan pertimbangan yang jelas untuk memilih berbagai macam lampu LED di pasaran. Semoga bermanfaat.

(Diolah dari: integral-led.com)

Kelebihan Lampu Bohlam LED Dibanding Lampu Konvensional

Written By haden dwi on Friday, 17 April 2015 | 06:45

Foto: pooltablelightsguide.com
Lampu bohlam LED kini telah menjadi tren untuk menggantikan lampu bohlam CFL (sering disebut lampu neon) dan lampu pijar atau halogen, walaupun kenyataannya masih banyak masyarakat masih enggan menggunakan lampu bohlam LED karena hanya satu hal yaitu; harga beli lampu bohlam LED lebih mahal daripada lampu CFL dan lampu pijar. Padahal kalau kita bandingkan secara keseluruhan harusnya menggunakan bohlam LED lebih hemat biaya dan energi. 

Makanya berikut di bawah ini adalah sedikit penjelasan tentang beberapa kelebihan bohlam LED dibanding dengan lampu konvensional.

Mengapa Memilih Lampu Bohlam LED?

Lampu LED memiliki efisiensi energi tinggi – Panas yang rendah, lebih terang, hemat biaya. LED menggunakan daya listrik dengan output kecerahan cahaya yang sama, lebih rendah 85% daripada daya listirik yang digunakan lampu pijar dan sekitar 18% lebih rendah daripada lampu CFL. Hal ini tentu cukup berpengaruh pada pengeluaran biaya beban listrik, yang pelanggan bayar pada perusahaan listrik.

Perbandingan energi yang digunakan LED dengan beberapa jenis lampu

 
Lampu LED bertahan lebih lama (awet) - Menjadikannya lebih hemat lagi. Biasanya lampu LED memiliki jangka waktu pakai (lifetime) sekitar 25.000 jam - yang berarti lebih dari 22 tahun jika digunakan 3 jam perhari - atau sekitar lebih dari 5 tahun jika digunakan 12 jam perhari rata-rata di negeri kita-red. Lampu pijar konvensional bertahan berkisar 1.000-2.000 jam dan lampu CFL sekitar 6.000-15.000 jam.

Kesimpulannya, lampu bohlam LED menghemat biaya dalam dua bentuk:
  • Anda akan berhemat tiap tahun berdasarkan daya listrik yang digunakan perlampu lebih sedikit.
  • Karena lampu LED bisa bertahan relatif lebih lama (bisa 20 tahunan), Anda akan menghemat pembelian untuk mengganti lampu.
Di bawah ini adalah contoh tabel ilustrasi perbandingan biaya penggunaan sebuah lampu LED dengan lampu pijar dan CFL yang ketiganya memiliki tingkat kecerahan yang sama.

Ilustrasi perbandingan biaya penggunaan lampu (klik untuk perbesar)

Lampu LED menyala instan - Tidak perlu menunggu beberapa saat hingga lampu menyala penuh. Lampu LED berpindah on-off secara instan dan bebas dari berkedip – Tidak memerlukan waktu pemanasan (warm up) sebagaimana kebanyakan lampu neon CFL.

Lampu LED lebih kuat - Tidak ada tabung kaca. Tidak seperti lampu pijar dan CFL yang memiliki tabung terbuat dari kaca yang rawan pecah jika terjatuh - akibatnya lampu tersebut otomatis sudah rusak tidak bisa menyala - Lampu LED lebih tahan jika sampai terjatuh karena hanya menggunakan tabung dari bahan plastik atau fiber yang apabila retak ataupun pecah sekalipun, lampu LED di dalamnya masih bisa menyala.

Lampu LED bebas dari bahan Merkuri (raksa) - Tidak seperti lampu neon CFL. Bahan Merkuri sedikit digunakan dalam lampu neon CFL yang apabila lampu itu pecah akan agak berbahaya jika di dalam ruangan tertutup karena beresiko bahan merkuri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia.

Lampu LED termasuk lampu yang ramah bagi lingkungan (green light) - Menghasilkan cahaya lebih terang dengan energi yang sedikit. Sepanjang waktu pakai lampu LED, hanya menggunakan sedikit daya listrik dan lebih sedikit jumlah penggantian lampu; menyimpan lebih banyak energi dalam transportasi, pengiriman, dan pemeliharaan jika dibandingkan dengan lampu konvensional. Semua hal ini akhirnya bisa mengurangi emisi CO2 di udara, ini adalah situasi yang menguntungkan bagi Anda dan lingkungan. Karena lampu LED sangat efisien, jenis lampu ini adalah produk yang tepat digunakan untuk melengkapi pembangkit energi terbaharukan seperti panel surya untuk pembangkit listrik tenaga surya atau pembangkit listrik tenaga angin.

Lampu LED menyala tidak terlalu panas dan aman. Lampu LED menyala lebih dingin dibandingkan lampu pijar halogen dan bisa mengurangi resiko bahaya. Menggunakan Lampu LED akan membantu sebuah pemanas-pendingin ruangan (AC) berjalan lebih efektif. Ketika lampu menyala lebih dingin, hal ini dapat mengurangi kemungkinan kerusakan fiting, nuansa dan dekorasi lampu, yang bisa terjadi dengan lampu yang panas.

Lampu LED adalah masa depan - Masa depan yang akan cerah. Jutaan dolar telah digunakan untuk riset dan pengembangan untuk membuat produksi lampu LED lebih efisien di masa depan. Dengan daya yang rendah dan memiliki fitur yang banyak, menyebabkan produk ini cukup ideal untuk menghasilkan tipe-tipe baru untuk model lampu seperti lampu LED strip, lampu LED jalan raya, dan lamapu penerangan yang juga telah tersedia saat ini. Produk lampu LED ini juga telah terintegrasi dengan sistem kendali yang dapat dikendalikan secara jarak jauh (remote) dengan menggunakan telepon genggam smartphone dan PC tablet.

Seiring dengan menurunnya harga lampu LED di pasaran, juga semakin efisien dalam penggunaan energi dalam jangka panjang; alasan untuk mengganti lampu konvensional dengan LED saat ini sangat menarik dan menjanjikan. Jadi mulailah dari sekarang kita bersama beralih ke teknologi lampu LED.

Berlanjut ke Tips memilih lampu bohlam LED

(Diolah dari: integral-led.com)

Simulasi Pengembangan Kampung Cyber Dengan Kamera Pengawas

Written By haden dwi on Thursday, 27 November 2014 | 20:52

AP di atas bangunan (ubiquiticolombia.com)
Kali ini kami akan mencoba membuat simulasi perhitungan modal dan penerapan untuk pengembangan Rt/Rw.net atau Kampung Cyber skala kecil, jangkauan wilayah hanya kurang dari radius 300 m atau hanya sewilayah 2-3 Rt saja. 

Tulisan ini adalah kelanjutan dari artikel Membangun Rt/Rw.net Gotong-Royong di Era 4G namun di sini lebih ditekankan lebih spesifik ke sedikit teknis dan skup yang kecil dengan mengkombinasikan internet broadband dengan kamera pengawas atau yang lebih kita kenal dengan CCTV atau IP Camera Surveillance dalam sebuah pemukiman warga dalam perumahan ataupun kampung biasa, untuk melayani 20-50 klien atau rumah. Kenapa IPPBX VoIP tidak ikut dimasukkan karena hemat kami perkembangan gadget dan aplikasi mobile sudah banyak yang mendukung aplikasi VoIP seperti Blackberry Messenger, LINE, Skype, Hangouts dan lain-lain, sebagai alternatif pengganti metode komunikasi konvensional (PSTN dan Seluler 2G).

Kemudian untuk backbone ke internet, kita mesti berlangganan ke ISP (Perusahaan Penyedia Jasa Internet) via kabel Fiber Optik untuk kestabilan dan kapasitas bandwidth internet yang besar untuk dishare ke klien-klien.

Kebutuhan Perangkat Keras di Sisi Server
  • 1 unit mikrotik RB450G sebagai router.
  • 1 unit AP 5.8 atau 2.4 Ghz untuk memperluas coverage via wireless untuk radius 200-300 m atau sebagai pemancar (dipasang dengan Pipa galvanis 1 inchi)
  • 2-3 rol boks kabel LAN UTP, di mana masing-masing rol boks memiliki panjang kabel 300 m. Digunakan untuk dishare langsung ke klien via kabel lan yang berjarak  kurang dari 100 m dari switch
  • 1 Switch 16 port atau 24 port
AP untuk radius jarak dekat bisa menggunakan Picostation M2HP dari ubiquiti untuk frekuensi 2.4 Ghz atau Omnitik Mikrotik jika menggunakan frekuensi 5.8 Ghz dengan arah pancaran antena 360 derajat. (klik gambar di bawah untuk memperbesar)
Picostation M2HP

  
Omnitik


Kebutuhan Perangkat Keras di Sisi Klien
  • Untuk klien yang langsung tersambung dengan kabel lan dari switch di sisi server bisa langsung tersambung ke PC atau jika ingin dishare dengan WiFi untuk tersambung ke laptop atau gadget dalam rumah bisa ditambah router WiFi di masing-masing klien.
  • 2-4 unit AP CPE 2.4 atau 5.8 Ghz untuk AP repeater, atau sebagai receiver (dipasang dengan Pipa galvanis 1 inchi).
  • 2-4 unit (sesuai jumlah unit CPE 2.4 atau 5.8 ghz) switch 8 port atau 16 port. 
  • 2 IP Camera Surveillance.
AP CPE dan switch di klien ini untuk membagi jaringan internet ke klien-klien yang berjarak agak jauh dari server (lebih dari radius 100 m), dan jumlahnya bisa berkurang-bertambah sesuai kebutuhan di lapangan. AP CPE yang bisa digunakan adalah Nanostation M2 untuk frekuensi 2.4 Ghz atau TP-Link CPE510 untuk frekuensi 5.8 Ghz. Walaupun CPE ini bisa digunakan sebagai alternatif pengganti AP di sisi server juga, namun dengan arah pancaran antena sekitar 40-50 derajat saja tapi bisa lebih jauh kemampuannya jaraknya. (klik gambar untuk memperbesar). Untuk IP Camera bisa juga menggunakan model UVC dari ubiquiti yang sudah berkwalitas HD 720p dilengkapi infra merah untuk pengawasan di malam hari, dan mendukung penyimpanan video di dalam microSD card yang terdapat di kamera tersebut atau di hardisk PC. Kami juga pernah membahas seri IP Camera produk Ubiquiti di Tutorial Singkat Memasang "AirCam" IP CCTV/ Camera Surveillance

CPE510


Nanostation M2












Kenapa perangkat ini yang kami pilih? Selain harga yang cukup bersaing dengan kemampuan yang baik pula, dua model AP CPE tersebut sudah memiliki dua buah port LAN untuk bisa langsung disambung ke IP Camera sesuai dengan simulasi yang kita inginkan.

AP CPE dengan IP Camera Surveillance
IP Camera UVC

AP CPE dengan kamera pengawas tersebut bisa dipasang di tempat-tempat yang memang cocok untuk dipasang misal jalan keluar-masuk ke kampung atau perumahan warga. Tinggal dihitung saja berapa kebutuhan bagi warga setempat untuk penempatan kamera pengawas ini.

Contoh model penerapan share koneksi akses internet yang bisa digunakan dalam model Rt/Rw.net atau kampung cyber ini seperti gambar di bawah ini.


Estimasi Biaya Perangkat Keras

Karena kebanyakan perangkat keras untuk server dan klien masih impor, maka perkiraan harga berikut dengan berpatokan kurs 1 USD = Rp. 12.000,- dengan asumsi klien yang siap dipasang adalah 40 titik/ rumah dengan menggunakan kabel LAN dan wireless, di mana 4 titik repeater menggunakan CPE yang akan di bagi kembali ke klien dengan kabel LAN. Sedangkan IP Camera yang digunakan cukup dua unit untuk di dua titik yang tersambung ke AP CPE. Dan juga dibutuhkan 5 switch 16 port. perlengkapan di atas adalah di luar router WiFi jika dibutuhkan di masing-masing klien.
  • 1 Unit Router RB450G Rp. 1.300.000,-
  • 1 Unit PC atau Notebook untuk operator (opsional jika perlu) Rp. 2.000.000,-
  • 3 Rol Boks Kabel LAN UTP 300 m @Rp. 1.100.000,- (Total Rp. 3.300.000,-)
  • 2 Unit IP Camera Surveillance UVC Ubiquiti @ Rp. 1.800.000,- (Total Rp. 3.600.000,-)
  • 5 Unit Pipa Galvanis panjang 6 m @ Rp. 100.000,- (Total Rp. 500.000,-)
  • 5 Unit Switch 16 port @ Rp. 250.000,- (Total Rp. 1.250.000,-)
  • 2 dus isi 50 buah Konektor RJ45 (konektor kabel LAN) @ Rp. 50.000,- (total Rp. 100.000,-)
  • Biaya Perlengkapan Accesories (opsional)
Jika perangkat wireless menggunakan frekuensi 2.4 Ghz maka perhitungannya seperti berikut:
  • 1 Unit Picostation M2HP Rp. 950.000,-
  • 4 Unit Nanostation M2 @ Rp. 1.000.000,- (total Rp. 4.000.000,-)
Jika perangkat wireless menggunakan frekuensi 5.8 Ghz maka perhitungannya seperti berikut: 
  • 1 Unit Omnitik Rp. 1.200.000,-
  • 4 Unit CPE510 Tp-Link @ Rp. 750.000,- (Total Rp. 3.000.000,-)
Maka total estimasi jika menggunakan perangkat 2.4 Ghz adalah Rp. 17.000.000,- sedangkan jika menggunakan perangkat 5.8 Ghz adalah Rp. 16.250.000,-. Tentu jika kebutuhannya tidak seperti di atas, perhitungan ini bisa berubah, misal tidak membutuhkan PC/notebook khusus operator serta kamera pengawas, maka biaya pengadaan PC/notebook dan IP Camera bisa diabaikan.


Estimasi Biaya Instalasi Jaringan ISP dan Biaya Operasional

Untuk koneksi ke jaringan infrastruktur kampung cyber yang sudah kita bangun, kini tinggal berlangganan ke ISP. Kami sarankan untuk berlangganan koneksi internet via kabel Fiber Optik (FO) unlimited dedicated (kwalitas bandwidth 1:1) bukan yang paket share atau "upto" karena dikhawatirkan tidak mumpuni jika kita share kembali ke klien rt/rw.net atau kampung cyber yang sudah dibangun. Dengan backbone FO kwalitas jaringan internet lebih stabil dan tidak perlu membangun tower yang tinggi untuk koneksi dari ISP dengan perangkat wireless. Tentu saja wilayah kampung cyber yang dibangun harus sudah terjangkau dalam jaringan FO dari ISP tersebut

Di bawah ini adalah contoh penawaran salah satu ISP untuk koneksi retail dedicated dengan FO.


Untuk memenuhi kebutuhan klien kampung cyber dimana sesuai simulasi di atas yaitu 40 klien, maka dengan berlangganan paket internet dedicated termurah 2 juta rupiah perbulan sudah cukup untuk digunakan. Dimana untuk biaya awal instalasi awal FO dari ISP tersebut 1 juta rupiah. Jadi mari jumlahkan biaya operasional bulan I adalah biaya instlasi ditambah biaya langganan perbulan, yaitu sebesar 3 juta rupiah.

Biaya operasional bulan berikutnya diasumsikan meliputi:
  • Biaya internet dedicated FO Rp. 2.000.000,-
  • Biaya jasa teknisi atau operator freelance jika ada (Misal Rp. 1.000.000,-)
  • Listrik, ini bisa diabaikan karena besar daya yang dibutuhkan Router, AP dan switch (3 unit) kurang dari 50 watt. kecuali jika ada PC operator yang online nonstop bisa diperhitungkan.
     (Asumsikan Rp. 200.000,-).
  • Biaya penyusutan alat jika diperhitungkan untuk dana cadangan mengganti perangkat yang sudah lama/rusak, misal 2% dari modal belanja perangkat sekitar Rp. 250.000,-
Total biaya operasional bulan I adalah Rp. 3.000.000,- dan bulan seterusnya berkisar Rp. 3.450.000,-


Estimasi Biaya Berlangganan / Iuran Bulanan Klien

Di awal tulisan tentang simulasi ini mengasumsikan bahwa klien yang akan siap dipasang adalah 40 rumah. Maka kami ambil contoh ilustrasi berikut:

Ilustrasi I
Biaya iuran perbulan harga sama rata Rp. 100.000,- perbulan dengan kecepatan yang ditawarkan misal upto 5 Mbps maka:
  • Biaya jasa instalasi di klien (jika ada) @Rp. 50.000,- (Total Rp. 2.000.000,-)
  • Biaya iuran berlanggan klien @Rp. 100.000,- (Total Rp. 4.000.000,-)
 Maka pemasukan bulan I adalah Rp. 6.000.000,-, sedangkan bulan berikutnya Rp. 4.000.000,-

Ilustrasi II
Biaya iuran perbulan di klien dibuat beberapa segmen, misal:
  1. Paket A. Rp. 100.000,- perbulan dengan kecepatan akses internet unlimited upto 3 Mbps, 
  2. Paket B. Rp. 200.000,- perbulan dengan kecepatan akses internet unlimited upto 6 Mbps,
  3. Paket C. Rp. 300.000,- perbulan dengan kecepatan akses internet unlimited upto 10 Mbps.
Dimana misalkan pengguna paket A ada 25 klien, paket B ada 10 klien, dan paket C ada 5 klien maka:
  • Biaya jasa instalasi di klien (jika ada) @Rp. 50.000,- (Total Rp. 2.000.000,-)
  • Biaya iuran berlanggan klien Paket A@Rp. 100.000,- (Total Rp. 2.500.000,-)
  • Biaya iuran berlanggan klien Paket B@Rp. 200.000,- (Total Rp. 2.000.000,-)
  • Biaya iuran berlanggan klien Paket A@Rp. 300.000,- (Total Rp. 1.500.000,-)
 Maka pemasukan bulan I adalah Rp. 8.000.000,-, sedangkan bulan berikutnya Rp. 6.000.000,-.

Dari dua ilustrasi tersebut bahwa pengaturan kecepatan akses internet dan pemasukan iuran bisa sangat fleksibel bergantung daripada kreativitas pengelola Rt/Rw.net atau kampung cyber itu sendiri.

Demikianlah kurang lebih simulasi sederhana dari membangun Rt/Rw.net atau kampung cyber dengan fasilitas kamera pengawas dalam skala kecil. Moga bermanfaat dan Anda tertarik untuk mencoba.

Dunia Di Ambang Perang Dunia III?

Written By haden dwi on Sunday, 12 October 2014 | 19:36

Ilustrasi perang dunia (eutimes.net)
Konflik belakangan yang terjadi di belahan dunia, khususmya di Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Timur dan yang terbaru di Eropa Timur - yaitu Ukraina - yang mana perkembangannya makin mengkhawatirkan, membuat banyak pihak seperti tokoh-tokoh akademisi, politus, intelijen, bahkan tokoh agama memperingatkan bahwa skenario terburuk akan terjadi. Apa skenario terburuk tersebut? Tentu sudah bisa ditebak perang dunia ke tiga yang bakal lebih dahsyat dibanding dua perang dunia sebelumnya, karena kemungkinan besar perang senjata nuklir akan digunakan jika memang diperlukan.

Sebuah video dokumentar singkat dari saluran resmi TV National Geographic di youtube - berisi cuplikan-cuplikan video bersumber dari beberapa kantor berita internasional - yang menggambarkan situasi yang memanas di dunia akan kemungkinan terjadinya perang dunia III yang melibatkan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Rusia dan RRC, yang bahkan tinggal hitungan beberapa tahun ke depan. Penasaran? Silakan menyimak video di bawah ini.

(update: konten video original sudah dihapus dari kanal National Geographic di Youtube, Anda masih bisa melihat video yang diunggah oleh kanal user yang lain di bawah video yang terhapus ini)



Update konten video dokumenter yang sempat dihapus kanal National Geographic di Bawah (video ini diunggah bulan Januari 2015):


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HotSpot Murah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger