Latest Post

Pelajaran Dari "Penyeru: Hutang itu Mulia"

Written By haden dwi on Monday, 14 April 2014 | 11:40

Jika kita pernah membaca, mendengar, atau mengikuti seminar atau training yang memiliki slogan "Hutang itu mulia" atau prinsip "cara gila jadi pengusaha" tentu tidak asing dengan nama Purdi E. Chandra.Ya Beliau  adalah pendiri lembaga bimbingan belajar "Primagama" yang cukup terkenal di Tanah Air yang telah menjadi bisnis waralaba.

Beliau juga pendiri dari Entrepreneur University (EU) yang mempolulerkan slogan atau prinsip tersebut lewat tulisan, seminar, training, agar menularkannya masyarakat dengan tujuan mencetak banyak orang menjadi pengusaha sukses seperti beliau. Kisah sukses bisnisnya otomatis menjadikan beliau sekaligus motivator dan mentor. Banyak sekali tulisan yang membahas tentang strategi dari prinsip tersebut jika kita cari di dunia maya.

Namun belakangan, tahun 2013 lalu ada kabar yang kurang sedap berkenaan dengan status beliau. Karena berita di media cukup santer mengungkapkan tentang putusan Pengadilan Niaga Jakarta yang menyatakan bahwa pihak Purdi pailit karena telat membayar hutang atau tidak mampu membayar kewajiban dari fasilitas kredit yang dikucurkan pihak BNI syariah dalam bentuk skema murabahah.

Setelah beberapa bulan berlalu tak terdengar lagi ramainya kasus yang menimpa beliau, di awal tahun 2014 ini penulis mendapat kabar yang mengejutkan sekaligus melegakan. Beliau ternyata ikut tampil dalam acara komunitas Pengusaha Tanpa Riba dan memberikan sebuah cerita atau kesaksian singkat perjalanan beliau hingga bertemu dengan komunitas tersebut. Pengusaha Tanpa Riba sendiri adalah sebuah komunitas kumpulan pengusaha-masyarakat yang konsern dengan isu riba, yang adalah sebuah gerakan sosial yang bermaksud mengajak para pengusaha untuk berbisnis sesuai syariah. Banyak problematika masalah bisnis yang dihadapi oleh para pengusaha muslim, terutama berkaitan dengan riba yang semakin lama tak terelakan lagi, oleh karena itu komunitas ini berupaya membangun kesadaran umat dengan membuat forum-forum diskusi, seminar, workshop, dan sebagainya yang bertujuan mencari solusi atas tantangan bisnis saat ini.

Di bawah adalah rekaman video singkat kesaksian Purdi E. Chandra di salah satu acara seminar komunitas Pengusaha Tanpa Riba. Semoga beliau tetap konsisten untuk mendukung perjuangan membangun bisnis tanpa riba dan kembali menularkannya kepada para murid-muridnya di EU, seminar dan pelatihan beliau yang lain. Malah dalam kesaksian singkat ini beliau mengajak melakukan gerakan nasional tanpa riba dengan slogan barunya "Gentar".


Perjuangan Regulasi OpenBTS Mulai Berbuah Manis

Written By haden dwi on Sunday, 6 April 2014 | 07:28

Pemasangan Radio OpenBTS di Pedalaman Papua
Kali ini kami tampilkan sebuah video wawancara blakblakan kang Onno Purbo tentang perjuangan internet murah dan aturan atau regulasi teknologi OpenBTS -teknologi seluler (GSM) open source. Bagaimana ide untuk membuat internet murah di Indonesia, dan bagaimana strategi perjuangan kang Onno dan rekan-rekannya supaya teknologi OpenBTS bisa dipakai dan berkembang luas di tanah air.

Perjuangan regulasi OpenBTS dimulai semenjak beberapa tahun belakangan, kang Onno sadar bahwa posisi beliau bukan pemegang kekuasaan, bukan pula seorang pengusaha atau investor tetapi hanya mengaku sebagai seorang rakyat jelata. Tapi beliau memiliki idealisme sendiri bagaimana bisa memperjuangkan teknologi OpenBTS bisa berkembang dan digunakan secara luas di Indonesia.

Oleh karena itu strategi beliau adalah menggunakan segala kemampuan beliau untuk mengajak, menyeru, memberi ilmu tentang teknologi ke masyarakat, dengan tulisan artikel online, sosial media, menulis buku, mengadakan seminar dan workshop di kampus-kampus dan komunitas, serta bekerjasama dengan vendor pembuat, dan tak lupa berunding atau bernegosiasi dengan pihak-pihak pemangku kepentingan di negeri ini agar wacana OpenBTS makin besar yang berlanjut kepada praktek penerapannya. Kabar terakhir OpenBTS telah dipergunakan di pedalaman Papua oleh sebuah perusahaan operator lokal yang dijalankan LSM setempat.[1]

Strategi yang digunakan beliau ini tidak jauh berbeda dengan perjuangan pembebasan frekuensi 2.4 Ghz -lebih dari satu dekade yang lalu- dalam rangka mendukung perkembangan internet murah di Indonesia. Dimana beliau termasuk salah satu tokoh yang aktif dalam isu tersebut.

Sepak terjang dan kegigihan kang Onno membuat perusahaan pengembang perangkat OpenBTS Range Networks kagum dengan perjuangan beliau sehingga mendukung penuh langkah-langkah beliau. Hal ini terlihat dari tweet-tweet resmi perusahaan Range Networks tersebut, contohnya seperti di bawah ini.


Dari sini bisa kita ambil sebuah pelajaran, bahwa beliau yang merasa sebagai rakyat jelata, bukan bagian dari regulator (pemerintah), bukan investor atau pengusaha, bukan pula wakil rakyat, namun bisa mempengaruhi pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholder) termasuk penguasa, karena beliau tahu cara yang lebih membumi dan mengakar agar sebuah visi misi yang diusung bisa berhasil. Yaitu dengan ilmu, diplomasi, negosiasi dan teladan, agar sebuah ide bisa diterima.  Mungkin beliau bisa dianggap sebagai "da'i" atau penyeru yang "berdakwah" dibidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK) dan open source khususnya di Indonesia.

Lalu bagaimana cerita singkat perjuangan kang Onno untuk memuluskan aturan tentang OpenBTS di Indonesia? Bagaimana tanggapan regulator terhadap isu tersebut untuk saat ini? Silakan menyaksikan cuplikan wawancara beliau di saluran Teknopreneur TV.


catatan:
[1] technologyreview.com

Pemimpin Adalah Cerminan Rakyat, Sebuah Refleksi

Written By haden dwi on Friday, 4 April 2014 | 20:22

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra’du [13] : 11)


Kutipan di atas adalah terjemahan satu ayat dari kitab suci Al-Qur'an, sebagai orang beragama khususnya bagi muslim, kabar dari kitab suci tentu harus bisa menjadi perhatian tersendiri terkait dengan kehidupan yang dijalani sehari-hari.

Apalagi tahun 2014 ini, kerap disebut tahun politik, karena akan ada pemilihan umum (PEMILU) yang katanya disebut pesta rakyat atau pesta demokrasi. Gonjang-ganjing pemberitaan tentang persaingan atau pertempuran antar partai politik makin panas, kampanye putih maupun hitam silih berganti berputar di media massa, cetak , elektronik maupun sosial media di internet. Pun para pendukung masing-masing parpol tak kalah terjun ke galanggang untuk meramaikan kampanye di sosial media seperti, twitter, facebook dan lain-lain. Tujuannya adalah tentu agar calon wakil rakyat atau calon pemimpin dipegang karena menganggap merekalah yang terbaik diantara yang lain. Mereka menganggap pemimpin mereka akan menjadi solusi permasalahan yang komplek di negeri ini, seperti isu perbaikan ekonomi, mengurangi kemiskinan, keadilan, harga-harga sembako, buruh dan upahnya, kesehatan dan pendidikan murah, ketergantungan utang, kapitalisme-liberalisme sumber daya energi, dan isu-isu lainnya.

Ada baiknya kita sebagai rakyat biasa sedikit merenung, setelah hiruk-pikuk politik praktis pesta demokrasi ini selesai akankah kita hanya sekedar menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya? Terlepas apakah jagoan kita terpilih atau tidak. Apakah kita hanya menunggu hasil kinerja seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun dan seterusnya, sementara kita kembali beraktivitas sediakala, sambil menunggu wakil rakyat dan pemimpin kita mencari solusi isu-isu rumit yang mendera negeri ini? Hingga akhirnya sampai lima tahun lagi terjadi kehebohan serupa?

Seorang profesional bapak Adriano R. yang aktif sebagai konsultan, di halaman sebuah sosial media menulis --yang penulis dapat simpulkan-- bahwa beliau memiliki keyakinan bahwa bahasa diplomasi, perundingan atau negosiasi pada akhirnya tetap akan berpengaruh akan keputusan pemimpin atau pemerintah, entah suara-suara dari staf ahli, penasihat, konsultan maupun pembisik yang memiliki kapasitas, "Influence is more powerful than authority", tulisnya. Bagi penulis pendapat tersebut berkesesuaian dengan realita. Pihak-pihak yang berpengaruh tersebut bisa dari kalangan profesional, pengusaha, komunitas dan organisasi masyarakat, angkatan bersenjata, bahkan bisa jadi pihak asing. Merekalah yang memiliki pengaruh besar untuk memberi ide, saran atau solusi, bahkan juga tekanan atas kebijakan, terlepas mereka ikut memilih dalam PEMILU atau tidak memilih (golput). Apalagi biaya pesta demokrasi yang cukup mahal, tentu hubungan antara politisi dan pengusaha bisa dianggap menjadi sebuah kewajaran untuk bisa sukses menggelar kampanye karena butuh modal yang besar. Padahal kalau dihitung, kalangan pengusaha itu jumlahnya minoritas daripada jumlah total masyarakat yang ikut pemilu, namun bisa jadi suara dari kalangan pengusaha pendukung parpol tersebut malah bisa lebih berpengaruh daripada masyarakat biasa yang memilih wakil dan pemimpin mereka lewat PEMILU.

Pemimpin Adalah Cerminan dari Rakyatnya

Seorang sahabat sekaligus menantu nabi Muhammad S.A.W, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pada saat menjadi khalifah pernah ditanya oleh seseorang: 

"Mengapa saat Abu Bakar dan Umar menjabat sebagai khalifah kondisinya tertib, namun saat Utsman dan engkau yang menjadi khalifah kondisinya kacau? 

Jawab Ali: "Karena saat Abu Bakar dan Umar menjadi khalifah, mereka didukung oleh orang-orang seperti aku dan Utsman, namun saat Utsman dan aku yang menjadi khalifah, pendukungnya adalah kamu dan orang-orang sepertimu"(Syadzaraat Adz Dzhahab 1/51.) [1]

Sebuah kutipan dari seorang Ulama Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan (terjemahan-red.),

“Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan. Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya." (Miftah Daaris Sa’adah, 2/177-178)[ 2]

Jadi sudah saatnya kita bersama untuk introspeksi diri, tidak perlu rakyat selalu menyalahkan pemimpin. Krisis multi dimensi seperti suap-menyuap, korupsi, hutang yang besar, ketidakadilan, mementingkan kelompok sendiri dan yang lainnya, di kalangan pemimpin kesemuanya sebuah cerminan bagaimana kondisi masyarakatnya. Ada sebuah ayat lagi yang bisa menjadi renungan bersama.

"Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi penguasa bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan." (QS. Al An’aam: 129).

Jika kita telah mengetahui hikmah rahasia ini sudah tentu sebagai masyarakat biasa mau tidak mau harus ikut berperan aktif. Tidak hanya sekedar ikut PEMILU ataupun golput, kemudian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari tidak ada gerakan bahkan niat untuk perubahan walau dalam hal yang kecil. Tapi lebih dari itu, ikut aktif merubah diri sendiri, lingkungan terdekat, untuk menjadi bagian dari pemecahan masalah yang pada akhirnya mampu merubah wajah negeri ini.  Wallahu'alam.

Semoga tulisan ini, bisa bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri.

catatan:

Cara Cepat Membangun Hotspot 'Worldwide' Satu SSID Dengan Unifi

Written By haden dwi on Thursday, 3 April 2014 | 16:25

Bila Anda berkunjung ke pusat keramaian atau bisnis di kota-kota besar di Indonesia, tentu sudah tidak asing dengan hotspot untuk akses internet dengan teknologi nirkabel WiFi. Khususnya untuk jaringan perusahaan Telkom Indonesia dengan tag name Indonesia Wifi menggunakan SSID "Wifi.id". Dengan dukungan jaringan luas se-Indonesia dan sumber daya yang besar adalah hal wajar bagi perusahaan BUMN tersebut untuk bisa memaksimalkan mengelola jaringan hotspot yang begitu luas dalam satu manajemen terpusat yang menggunakan slogan "1 juta wifi 1 SSID".

Apa itu SSID? SSID adalah singkatan dari Service Set Identifier yang berfungsi sebagai identifikasi nama untuk jaringan bersama LAN nirkabel (WiFi). SSID dapat dilihat seperti pada saat Anda mengaktifkan WiFi di gadget atau laptop Anda apabila terdapat perangkat Access Point atau router nirkabel yang memancarkan jaringan WiFi di dekat Anda.

Mungkin terbayang di benak Anda rumitnya sebuah sistem manajemen hotspot yang terpusat seperti wifi.id tersebut. Namun saat ini mulai banyak penyedia layanan awan (cloud) atau VPS (virtual private server) yang memudahkan untuk membuat layanan hotspot Anda sendiri dengan perangkat Acces point yang Anda miliki tanpa perlu pusing harus memiliki server hotspot dedicated sendiri. Vendor-vendor perangkat WiFi-pun juga berlomba-lomba mengembangkan aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras yang memiliki fitur-fitur antarmuka berkemampuan melayani lewat layanan teknologi awan. Ada beberapa produk vendor yang menurut penulis cukup terkenal dan relatif terjangkau harganya saat ini adalah Mikrotik dan Unifi ubiquiti networks. Namun untuk tulisan di bawah ini khusus membahas manajemen hotspot dengan perangkat Unifi, karena salah satu fitur Unifi adalah menyediakan aplikasi manajemen server hotspot (controller Unifi) yang lengkap, dimana perangkat lunak bisa diunduh dan bisa diinstalasi ke pc atau laptop biasa Anda.

Sebenarnya untuk pembahasan tutorial Unifi sudah pernah tulis di sini. Khusus pembahasan sekarang adalah bagaimana anda memanfaatkan aplikasi manajemen Unifi untuk membangun server manajemen terpusat dengan SSID yang sama sebagaimana jaringan wifi.id. Tentu yang dibahas adalah contoh sederhana, namun pada intinya Anda sudah bisa membangun jaringan hotspot yang tersebar di mana-mana, beda kota bahkan worldwide namun menggunakan 1 SSID yang sama dengan manajemen terpusat walaupun di tiap titik-titik hotspot tersebut menggunakan jaringan provider internet yang berbeda-beda, entah akses lewat kabel serat optik, nirkabel broadband, maupun seluler mobile 3G/4G sekalipun. Tutorial singkat di bawah diambil dari F.A.Q dari situs wiki.ubnt.com

Jangkauan layanan Unifi

Instalasi controller Unifi di "cloud" Amazon Web Services (AWS)

Dengan kemampuan Unifi yang bisa diatur di  L3 (layer 3), memungkinkan Unifi untuk berjalan dengan controller di server awan (cloud). Hal tersebut dipercaya vendor pembuat bahwa Unifi adalah sebuah sistem jaringan WiFi skala komersial paling serbaguna dalam hal pilihan penyebaran (deployment). Tulisan selanjutnya di bawah adalah sebuah contoh untuk menjelaskan langkah-langkah menjalankan controller Unifi di layanan awan AWS (Amazon's Web Service) dan bagaimana kita memanajemen AP Unifi yang tersebar di tempat dan jaringan yang berbeda, serta menyambungkannya.

Anda diasumsikan telah mengerti tentang layanan AWS dan telah mencobanya. Jika belum, jangan khawatir segeralah untuk mengikuti tutorial singkatnya. Berikut ini adalah kutipan dari situs wiki.ubnt.com:

Create the controller instance

There's a AMI created for you - ami-ca2ef3a3 (or you can search for UniFi 2.2.5).
Note: this AMI is current available only in US-East region, will copy it over to others soon.
  1. launch AWS Management Console
  2. Images->AMI, search for the ami by 'ami-ca2ef3a3'
  3. Click "Launch", a micro instance will do. Click "Continue"
  4. In "Instance Details", use the default options. Click "Continue"
  5. for keys/values, do nothing, Click "Continue"
  6. Select a Key Pair you'd like to use or create a new one
  7. Create a new Security Group, UniFi, with
    1. TCP 8080
    2. TCP 8443
    3. TCP 8880
    4. TCP 8843
    5. TCP 22
    6. UDP 3478
  8. Click Launch
  9. Go to Instances->Instances, after the instance is Up, select the instance find the "Public DNS" at the lower panel. This is the hostname that you can use to manage the controller and the one that APs will use for inform (something like ec2-50-19-7-124.compute-1.amazonaws.com)
AP Adoption and management
  1. Open a browser to URL like "https://ec2-50-19-7-124.compute-1.amazonaws.com:8443/", go through the wizard
  2. With your 2.x.x AP in their default state in the same L2, launch the UniFi Discovery Utility
  3. Click Manage and change the inform URL to something like "http://ec2-50-19-7-124.compute-1.amazonaws.com:8080/inform". Click "Apply"
  4. You'll see the device showing up as pending on the controller UI. Click "Adopt".
  5. (Controller will attempt to SSH right away and fail, ignore the status)
  6. On the Discovery Utility, you should still see the AP showing up as Pending, perform (3) again
  7. This time the AP will be adopted successfully.

Where to go from here?
 
Note that the AMI is for testing purpose, for production, you may want to:
  • get a domain name and/or elastic IP - as the public DNS will change once you stop/start the instance
  • create bigger EBS or mount additional volumn for UniFi

Tutorial di atas jika kita menginginkan aplikasi controller unifi dipasang di layanan awan atau VPS bahkan beberapa anggota komunitas unifi telah ada yang menyediakan layanan khusus controller unifi siap pakai dengan menyewa layanan VPS mereka. Namun jika Anda berkeinginan menggunakan pc atau server dedicated sendiri sebagai server controller unifi tentu bisa juga sebagai manajemen server hotspot. Untuk manajemen portal dan voucher hotspot Anda bisa membaca lagi di artikel tutorial sebelumnya yang membahas tentang Unifi. 

Perlu diingat jika Anda ingin menggunakan pc dedicated sendiri untuk controller Unifi, agar bisa diakses AP-AP Unifi yang tersebar di titik-titik yang berbeda tempat -beda kota, bahkan negara dan bisa berbeda juga jaringan provider internetnya- pc biasa atau server dedicated Anda harus memiliki IP publik yang statis agar controller Unifi bisa bisa berkomunikasi atau diakses oleh AP Unifi yang tersebar, agar portal hotspot yang Anda telah buat bisa tampil saat diakses oleh pelanggan. Memang, kalaupun jika AP Unifi terputus dengan aplikasi controller di pc Anda, SSID yang sudah tersimpan di AP akan tetap tampil dan akses internet tetap berjalan, namun untuk manajemen portal hotspot tidak akan berjalan alias SSID akan terbuka bebas bagi siapa saja tanpa perlu memasukkan kode voucher untuk masuk ke layanan internet hotspot WiFi.

Tampilan Portal Hotspot
Jadi Anda sudah punya solusi yang mudah dan cepat sebagai pemula untuk memulai membangun bisnis hotspot yang tersebar di mana-mana dengan manajemen terpusat dan nama SSID yang sama, dan bisa memakai slogan "Ratusan WiFi 1 SSID" atau yang lainnya, seperti perusahaan operator telekomunikasi yang berlomba-lomba membangun titik-titik hotspot. Bahkan kabar di forum komunitas unifi, kedepannya AP Unifi bisa diakses lebih dari satu controller yang berjalan bersama-sama (simultan) dengan manajemen hotspot yang berbeda-beda, semoga kabar tersebut benar adanya.

Dengan portal hotspot unifi satu server manajemen dan SSID yang sama, Anda juga bisa perkenalkan komunitas atau bisnis Anda yang lain seperti di kafe-kafe, rumah makan, rumah kos/kontrak, warnet, ataupun di komunitas Rt/Rw.net untuk saling berkolaborasi sebagai promosi ke masyarakat di berbagai wilayah yang berbeda dengan slogan "Seribu Rt/Rw.net 1 SSID" untuk mengakses internet dengan voucher yang bisa digunakan di banyak tempat.

Video di bawah ini adalah tutorial singkat untuk menghubungkan AP unifi dengan aplikasi controller di layanan awan atau VPS seperti contoh di atas dengan layanan AWS. Dan satu video lagi adalah tutorial untuk menghubungkan AP unifi dengan controller Unifi yang berbeda subnet, namun masih dalam satu jaringan lokal. Selamat mencoba!




Sistem Mata Uang Fiat Di Ambang Keruntuhan?

Written By haden dwi on Friday, 28 March 2014 | 07:31

Di bawah ini adalah sebuah video dokumenter yang berjudul "Currency vs Money" atau yang berarti mata uang versus uang. Gambaran umum dari video ini adalah sebuah penjelasan tentang ekonomi modern sekarang, yang di mana sistem ekonomi kapitalisme ribawi yang berbasis uang fiat telah menyebabkan berbagai masalah sosial ekonomi di masyarakat dunia, seperti jurang yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin, skema ponzi (penipuan) perbankan, jeratan hutang ribawi yang melilit negara-negara dunia yang hampir mustahil bisa dilunasi, krisis moneter yang selalu berulang, dan lainnya.

Namun walaupun krisis moneter adalah sesuatu hal yang wajar dalam sistem moneter ini baik di negara maju maupun berkembang, tapi belakangan ini banyak pihak yang memprediksi bahwa krisis moneter yang akan datang bukan hanya terjadi regional tapi akan berskala global. Kemungkinan besar akan terjadi hiperinflasi mata uang fiat dimulai dari mata uang dolar AS yang akan berimbas pada sistem keuangan seluruh dunia. Hal tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja.

Oleh karena itu di video ini akan dijelaskan secara detail sejarah dan masa depan sistem keuangan dunia, mulai dari asal uang yang menggunakan komoditas seperti emas dan perak hingga berganti menjadi uang fiat kertas dan elektronik (e-money), juga bagaimana sikap kita menyikapi hal tersebut, karena fenomena krisis moneter adalah hal yang sudah berulang kali terjadi. Apakah kita akan  kembali jatuh ke lubang yang sama tanpa mengambil pelajaran?

Video di bawah sudah terdapat teks terjemahan bahasa Indonesia, selamat menyaksikan.

Masa Depan Rt/Rw.net Tetaplah Menjadi Pelopor

Written By haden dwi on Wednesday, 26 March 2014 | 19:10

Sudah lebih dari satu dekade penggunaan akses internet hasil swadaya masyarakat yang dikenal dengan rt/rw.net di Indonesia sudah berjalan dan mampu bertahan, sebagai solusi kreatif untuk mendapatkan akses internet murah yang relatif cepat dan stabil di pemukiman, walaupun komunitas rt/rw.net ini tidak mendapat dukungan penuh regulator (pemerintah). Mulai dari penggunaan teknologi kabel LAN untuk menyambung ke rumah-rumah warga hingga saat ini yang sudah menggunakan teknologi nirkabel LAN atau WiFi 2,4 Ghz dan 5,8 Ghz yang memperluas sebaran akses internet rt/rw.net.

Tidak seperti usaha warnet yang belakangan mulai redup-kecuali sebahagian warnet "game online" -ternyata usaha rt/rw.net ini masih memberi secercah harapan ke depan sebagai pelopor akses internet cepat sekaligus murah untuk masyarakat di Indonesia. Kenapa penulis begitu yakin? Padahal saat ini sudah banyak perusahaan provider internet atau ISP di tanah air yang mampu memberikan akses internet cepat via jaringan mobile broadband seluler 3G/4G serta via jaringan kabel serat optik (fiber optic) di mana mereka juga memberikan harga berlangganan yang relatif murah untuk akses internet kecepatan tinggi.

Menurut hasil pengamatan penulis,  paling tidak ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa akses rt/rw.net masih bertahan di Indonesia sebagai alternatif akses internet broadband untuk masyarakat.
  1. Wilayah Indonesia yang cukup luas, sehingga perusahaan-perusahaan ISP besarpun kesulitan untuk bisa menjangkau keseluruhan wilayah, khususnya daerah-daerah pedesaan karena membutuhkan sumber daya yang relatif besar.
  2. Provider internet seluler yang menyediakan layanan mobile broadband saat ini sudah dalam kondisi yang dibilang stagnan karena permintaan akses bandwidth internet dari pelanggan yang terus bertambah besar sedangkan kemampuan infrastruktur BTS yang terbatas sehingga menyebabkan akses internet menjadi lambat khususnya di jam-jam sibuk.
  3. Akses internet seluler mobile broadband saat ini belum bisa bahkan tidak bisa menggantikan akses internet fixed broadband seperti jaringan serat optik maupun WiFi yang secara alamiah teknologi fixed broadband cenderung memiliki kemampuan kapasitas bandwidth lebih besar (transfer data lebih cepat) atau selangkah di depan. Artinya teknologi mobile dan fixed broadband tidak bisa saling menggantikan tetapi saling melengkapi kekurangan satu sama lain.
  4. Jaringan fixed broadband seperti kabel serat optik yang digelar provider internet hingga ke pemukiman pelanggan masih berkutat di kota-kota besar, terutama di wilayah bisnis maupun pemukiman kalangan menengah atas yang mana perkembangan jaringannya juga relatif lambat.
  5. Titik-titik hotspot WiFi yang diharapkan membantu provider seluler mengatasi permintaan akses internet yang besar dari pelanggan hanya tersedia di tempat-tempat umum di pusat keramaian dengan jangkauan yang tidak terlalu jauh, hanya untuk pengguna sekitar radius beberapa puluh meter dari titik hotspot WiFi.
  6. Faktor yang tidak kalah penting juga tentu adalah pelayanan ke pelanggan, salah satu kelemahan perusahaan ISP besar adalah birokrasi yang cenderung kaku ketika berhadapan dengan keluhan pelanggan, sehingga bagi sebahagian pelanggan merasa tidak nyaman berlangganan.
perumahan mini cluster
Jika melihat sebagian besar faktor di atas, hambatan terbesar dari perusahaan-perusahaan provider besar untuk mewujudkan akses internet yang cepat dan murah adalah besarnya biaya untuk menggelar infrastruktur terutama jaringan kabel serat optik yang memerlukan ijin operasional ke beberapa pihak yang berwenang untuk menggelar jaringan kabel ke pemukiman penduduk, serta sering pula terjadi di wilayah-wilayah pemukiman tertentu permintaan untuk kompensasi yang dituntut kepada pihak provider internet. Hal tentu menjadi pertimbangan tersendiri, sehingga provider besar akan menghitung ulang perhitungan bisnisnya apakah akan menguntungkan atau tidak.

Itulah mengapa perusahaan ISP memprioritaskan wilayah perkotaan dan pemukiman kelas menengah ke atas untuk menggelar jaringan internet broadband. Tidaklah heran hingga saat ini masih banyak wilayah-wilayah blank spot yang tidak terjangkau akses internet broadband perusahaan ISP besar, walaupun masih dalam wilayah urban, maupun sub urban seperti daerah pinggiran kota.

Oleh karena itu peluang masyarakat untuk menggelar jaringan akses internet mandiri lewat rt/rw.net masih cukup besar khususnya di wilayah sub urban ataupun blank spot seperti perumahan-perumahan baru ataupun pemukiman biasa di antara wilayah perumahan kelas menengah atas. Bisa juga seperti komplek rumah kos atau kontrak, maupun perumahan mini cluster yang sekarang mulai banyak dibangun, yang biasanya hanya terdiri dari beberapa baris rumah. Walaupun bisa jadi layanan internet seluler mobile broadband sudah bisa diterima di kawasan tersebut, tapi penggunaan mobile broadband itu cenderung banyak diakses lewat gadget atau ponsel pintar yang dipakai saat bepergian dan dibatasi oleh kuota internet sehingga tidak bisa menggantikan layanan fixed broadband yang cenderung lebih stabil dan tidak terbatas kuota internet (unlimited) sehingga lebih baik untuk pemakaian sehari-hari di tempat tinggal atau kerja.

Tempat-tempat seperti inilah yang cocok di pasang pemancar Hotspot WiFi untuk usaha rt/rw.net. Walaupun tidak menutup kemungkinan akses internet rt/rw.net juga merupakan alternatif pilihan masyarakat perumahan kelas menengah atas yang sudah menggunakan akses internet ke ISP besar tapi memiliki kebutuhan tertentu atau tidak puas dengan pelayanan perusahaan ISP besar. Dari pengalaman kami selama ini hal tersebut adalah wajar terjadi.

Jadi untuk beberapa tahun ke depan, bahkan mungkin dalam satu hingga dua dekade ke depan infrastruktur jaringan swadaya rt/rw.net masih bertahan dengan model gotong-royong swadaya komunitas maupun sebagai reseler koneksi internet dari perusahaan ISP besar seperti halnya usaha warnet sebagai pelopor penetrasi akses internet ke pelosok-pelosok negeri Nusantara ini.

Berperan Di Empat Kuadran "Cash Flow" Sekaligus

Written By haden dwi on Sunday, 9 March 2014 | 08:34

Bagi Anda yang sudah pernah membaca buku-buku karya Robert T. Kiyosaki, istilah tentang empat kuadran cash flow tentu tidak asing lagi. Apa itu Kuadran Cash Flow? Lihat gambar di bawah ini.

Kuadran Cash Flow (sumber: paulcampillo.com)
Kita bahas secara singkat, di gambar terdapat empat kuadran seperti gambar di atas.
Bagian sebelah kiri adalah pendapatan aktif yang didapat dari kita yang aktif bekerja. Kuadran E (Employee) adalah Anda menjadi pekerja atau karyawan bagi pihak lain. Kuadran S (Self employee) adalah anda memiliki pekerjaan sebagai pekerja lepas atau freelancer, seperti profesi dokter, broker (makelar) dan lainnya. 

Ciri khas Kuadran sebelah kiri ini adalah, kita menukar waktu kita untuk mendapatkan uang yang berjalan linear, jika kita berhenti kerja atau pensiun maka penghasilan kita berhenti, dan berkurang. Waktu hidup Anda tidak sepenuhnya dikuasai oleh Anda sendiri.

Sedangkan bagian sebelah kanan adalah pendapatan pasif yang didapat tanpa Anda harus aktif bekerja, karena sudah ada pihak lain yang bekerja untuk Anda. Kuadran B (Business) adalah Anda memiliki usaha yang sudah terbangun sistemnya sehingga Anda tidak perlu mengurusi usaha ini sendiri, sering disebut entrepreneur atau pengusaha. Kuadran I (Investor) adalah Anda adalah sebagai mitra bisnis pengusaha lain yang mana Anda memberikan modal usaha kepada pengusaha untuk menjalan bisnisnya, yang sering disebut sebagai pemodal atau investor.

Ciri khas Kuadran sebelah kanan ini adalah, kita lebih banyak memiliki waktu luang dan mampu mendapatkan uang yang berjalan exponensial, jika kita berhenti kerja atau pensiun dari aktif mengurusinya maka penghasilan kita tetap berjalan. Waktu hidup Anda sepenuhnya dikuasai oleh Anda sendiri.

Pindah Kuadran

Nah yang menjadi pertanyaan bagaimana kita untuk mampu pindah kuadran dari bagian kiri ke bagian kanan? ataupun sebaliknya? atau bahkan kesemuanya kita lakoni? Tapi biasanya pertanyaan ini khusus bagi mereka yang masih menjadi karyawan atau pekerja lepas/profesi, maupun pebisnis dan investor skala kecil yang masih memulai bisnisnya (start up). Jadi sebenarnya jika kita mau berpindah kuadran dengan masuk ke empat kuadran sekaligus biasanya adalah masa-masa peralihan atau coba-coba untuk menaikkan penghasilan dari kuadran kiri ke kuadran kanan.

Jawaban di atas tentu saja bisa, penulis saat ini juga mulai mencobanya, bedanya penulis memulai dari kuadran kanan menambah ke kuadran kiri? Kok begitu? Memang setelah lulus kuliah, penulis langsung diajak rekan-rekan seperjuangan untuk mencoba memulai bisnis dan menjadi investor, terlebih sudah beberapa kali penulis gagal melewati tes masuk dan interview untuk menjadi karyawan.

Berperan di Empat Kuadran

Jadi awal-awal selepas dunia kuliah, penulis sudah masuk ketiga kuadran sekaligus yaitu, di kuadran B menjadi pebisnis langsung yang menjalaninya di bidang warnet dan sekarang rt/rw.net, di kuadran I menjadi investor untuk warnet, rt/rw.net dan bisnis lainnya untuk pihak lain sebagai mitra walaupun hasilnya tidak menggembirakan, karena semuanya sudah tutup saat ini, namun ada rencana akan mulai menjadi investor kembali dengan mitra koperasi dan kontraktor properti dengan sistem syariah. Sedangkan di kuadran S sebagai pekerja lepas sudah dilakoni pula sebagai freelancer untuk tugas-tugas seperti input dan review data di dunia maya, menjadi agen lepas tiket pesawat online, dan juga proyek-proyek kecil jaringan internet hotspot di pemukiman dan apartemen yang hasilnya cukup lumayan sebagai tambahan bisnis utama, dan juga mencoba menjadi broker namun belum berhasil.

Nah yang terakhir adalah di kuadran E, di mana penulis ditawarkan atau lebih tepatnya diminta untuk menjadi karyawan outsourcing sebuah perusahaan telekomunikasi. Kenapa penulis berani mencoba tantangan ini, padahal usaha yang penulis jalani di tahun 2014 ini mulai memasuki tahun ke 7 berjalan dan saat ini dalam kondisi relatif stabil walau ada beberapa tantangan ke depan yang makin berat. Ada beberapa pertimbangan, yaitu antara gaji, waktu dan bidang pekerjaan ternyata tidak terlalu mengganggu perkembangan bisnis utama bahkan masih bisa untuk berjalan  menjadi pekerja lepas, tentunya dengan menyesuaikan waktu bekerja yang diharapkan kedepannya bisa mengoptimalkan bisnis dan sistemnya yang sedang berjalan dengan bertambahnya jaringan komunikasi dengan pihak-pihak lain, artinya tidak semata-mata dilihat dari besarnya gaji menjadi  karyawan.

Jadi jika Anda mulai coba-coba untuk berpindah kuadran atau masuk di empat kuadran sekaligus, harus pintar-pintar memiliki strategi yang jitu dan memilah-memilah pekerjaan atau bisnis apa yang akan Anda jalani berbarengan supaya Anda bisa berperan optimal di semua kuadran, jangan malah menjadi bumerang yang akhirnya malah tidak mendapat hasil yang baik di semua kuadran, khususnya untuk kuadran B, E dan S, serta tetap optimis. Dan satu lagi, Anda harus berani dan tidak ragu-ragu mengambil keputusan alias nekad aja he..he..

Semoga berhasil!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Paguyuban Rental Akses Internet Broadband Murah:
Kontak 021-83826345 | 021-92702250
Lisensi Creative Commons
Hotspotmurah.com disebarluaskan di bawah Lisensi
Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi
.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger